Bukan hanya memimpin madrasah — ia hidup di ruang lintas iman.
Muslim yang aktif mengajar Pancasila di Universitas Kristen Duta Wacana, didukung testimoni pendeta, dosen UKDW, tokoh PBNU, dan kepala sekolah Katolik. Filsafat pendidikan menjadi fondasi cara ia membangun moderasi.
Kepala MTs Muna Falih Sleman yang menggerakkan madrasah sebagai laboratorium toleransi, karakter, dan kepemimpinan pelajar.
Berangkat dari filsafat pendidikan, ia menyusun moderasi beragama sebagai pengalaman hidup: siswa bertemu, berdialog, bekerja sama, dan belajar menghormati.
Penulis buku Filsafat Pendidikan Al-Attas (2024), dua antologi (Nilai di Zaman Serbabebas, Di Langit Gaza), dan karya ilmiah kepemimpinan transformatif kepala madrasah (2025); narasumber Pancasila, dosen/tutor, dan konsultan pendidikan karakter.
Juara I kategori Kepala Madrasah dan Tenaga Kependidikan Lintas Iman, Anugerah GTK Madrasah Provinsi D.I. Yogyakarta 2026, dan kini mewakili DIY ke tingkat nasional dengan program SAHABAT. Sebelumnya meraih Juara 1 tingkat Kabupaten Sleman. Di bawah kepemimpinannya, MTs Muna Falih mengumpulkan 102 trofi dari beragam perlombaan.
"Madrasah yang kuat bukan hanya menjaga iman, tetapi juga merawat kemanusiaan."
Lihat langsung — sosok dan madrasahnya.
Dua video profil resmi dari kanal MTs Muna Falih: profil Kepala Madrasah dan profil madrasahnya. Audiens dapat melihat sendiri konteks tempat gerakan SAHABAT tumbuh — bukan hanya cerita tentang dirinya.
Ketika kepala madrasah berbicara dengan ketulusan, program lintas iman berubah dari agenda menjadi kesaksian.
SAHABAT — Satu Hati Bangun Toleransi.
Bukan event tunggal, melainkan ekosistem perjumpaan antarpelajar lintas iman: dialog, kegiatan sosial, budaya, kepemimpinan siswa, dan penguatan karakter kebangsaan.
Bukti lapangan, bukan sekadar gagasan.
Tiga lapis bukti: aktivitas siswa, kerja sama lintas lembaga, dan prestasi madrasah — dikurasi agar membentuk satu cerita utuh.
Lima lapis dampak kepemimpinan.
Dari siswa hingga jejaring nasional — perubahan budaya pendidikan yang digerakkan secara konsisten, bukan seremonial tahunan.
Siswa
Toleransi, empati, keberanian berdialog, dan karakter cinta damai.
Guru
Budaya pembelajaran lebih dialogis, humanis, dan peka keberagaman.
Madrasah
Tampil sebagai pusat pendidikan karakter dan moderasi beragama.
Jejaring
Relasi dengan sekolah, tokoh, masyarakat, dan lembaga lintas iman.
Nasional
SAHABAT sebagai model sederhana yang dapat direplikasi madrasah lain.
Modal personal, akademik, dan kelembagaan.
Kombinasi yang jarang: filsafat pendidikan, kepemimpinan madrasah, karya tulis, pengalaman Pancasila lintas kampus, dan kerja lapangan lintas iman.
Filsafat & PAI
S1 & S2 Filsafat UGM, S2 Pendidikan Agama Islam UAD.
Kepala Madrasah
Menggerakkan karakter, moderasi, literasi, supervisi, dan kemitraan.
Buku & Forum
Buku Filsafat Pendidikan Al-Attas (2024), dua antologi, dan karya ilmiah kepemimpinan transformatif (2025); presenter forum ilmiah.
Juara I Provinsi DIY
Kepala Madrasah Lintas Iman, AGTK Madrasah DIY 2026 — wakil DIY ke tingkat nasional. Sebelumnya Juara 1 Kab. Sleman.
Rekam jejak dalam gambar.
Dokumentasi kegiatan lintas iman, forum bersama tokoh nasional, pembinaan karakter, serta penghargaan dan karya. Arahkan kursor untuk melihat warna, klik untuk memperbesar.






























Dinilai dari dampak yang orang lain rasakan.
Pengakuan tokoh lintas iman, akademisi, kepala sekolah mitra, dan jejaring madrasah — bukti bahwa kepemimpinannya terasa nyata di lapangan.
Video testimoni
Testimoni tertulis
"Sosok kepala madrasah yang menginspirasi dalam membangun persaudaraan lintas iman — menghadirkan ruang dialog yang hangat dan penuh rasa hormat."
"Ide cemerlang dalam membangun zona moderasi di lingkungan pelajar — menumbuhkan murid berwawasan global, penuh toleransi."
"Menghadirkan program moderasi beragama sebagai pendidikan karakter yang bermakna — mengajarkan hidup berdampingan dalam keberagaman."
Siap direplikasi madrasah lain.
SAHABAT adalah model yang sederhana, murah, dan humanis — kekuatannya bukan pada anggaran, melainkan pada konsistensi kepemimpinan yang menjadikan perjumpaan sebagai pembiasaan.
"Toleransi bukan sekadar wacana, melainkan tindakan nyata yang mempererat persaudaraan."
Berikan dukungan untuk Andri Prayitno
Siapa pun boleh menuliskan dukungan bagi gerakan lintas iman ini. Pesan Anda akan tampil di bawah sebagai bagian dari suara publik.







